Selmat Datang Di Dunia Lutfi Ahmad Merauke

Minggu, 13 Desember 2015

BAHASA DI PESANTREN

BAB I
PENDAHULUAN


1.1.  LATAR BELAKANG

Negara Indonesia adalah negara berkembang didunia yang terdiri dari ribuan pulau, memiliki keanekaragaman budaya, suku, ras dan agama. Sebagai negara yang mejemuk dan banyak memiliki perbedaan, menjadi kelebihan dan juga sekaligus kelemahan yang jika perbedaan tersebut dikedepankan

Dari letak geografis, posisi wilayah negara Indonesia terletak diantara dua benua dan dua samudra. Terletak antara benua Asia dan benua Australia serta antara samudra Hindia dan samudra Pasifik. Letak yang sangat strategis karena merupakan sebagai persimpangan lalu lintas dunia dan berpengaruh terhadap perkembangan ekonomi Indonesia itu sendiri.

Selain letak wilayahnya yang strategis, Indonesia juga memiliki kekayaan alam yang melimpah yang terbentang dari darat sampai laut yang semua itu tidak dimiliki oleh negara lain dan keadaan tersebut memiliki potensi munculnya masalah terutama permasalahan sengketa wilayah laut antar negara tetangga.

Begitu juga dengan berkembangnya peradaban Islam di Indonesia yang diawali dengan Pondok pesantren. Pondok Pesantren itu sendiri berawal dari adanya seorang Kyai di suatu tempat, kemudian datang santri yang ingin belajar agama kepadanya. Setelah semakin hari semakin banyak santri yang datang, timbullah inisiatif untuk mendirikan pondok atau asrama di samping rumah kyai.
Pada zaman dahulu kyai tidak merencanakan bagaimana membangun pondoknya itu, namun yang terpikir hanyalah bagaimana mengajarkan ilmu agama supaya dapat dipahami dan dimengerti oleh santri. Kyai saat itu belum memberikan perhatian terhadap tempat-tempat yang didiami oleh para santri, yang umumnya sangat kecil dan sederhana. Mereka menempati sebuah gedung atau rumah kecil yang mereka dirikan sendiri di sekitar rumah kyai. 
Semakin banyak jumlah santri, semakin bertambah pula gubug yang didirikan. Para santri selanjutnya memopulerkan keberadaan pondok pesantren tersebut, sehingga menjadi terkenal kemana-mana, contohnya seperti pada pondok-pondok yang timbul pada zaman Walisongo. Pondok Pesantren di Indonesia memiliki peran yang sangat besar, baik bagi kemajuan Islam itu sendiri maupun bagi bangsa Indonesia secara keseluruhan.
Berdasarkan catatan yang ada, kegiatan pendidikan agama di Nusantara telah dimulai sejak tahun 1596. Kegiatan agama inilah yang kemudain dikenal dengan nama Pondok Pesantren. Bahkan dalam catatan Howard M. Federspiel salah seorang pengkaji ke-Islaman di Indonesia, menjelang abad ke-12 pusat-pusat studi di Aceh (pesantren disebut dengan nama Dayah di Aceh) dan Palembang (Sumatera), di Jawa Timur dan di Gowa (Sulawesi) telah menghasilkan tulisan-tulisan penting dan telah menarik santri untuk belajar.
Dari beberapa keadaan diatas, Indonesia memiliki potensi konflik yang tinggi baik itu konflik yang bersifat eksternal maupun internal, dan disisi lain juga adanya perkembangan islam yang diawali dengan Pondok Pesantren yang memiliki peran yang sangat besar terhadap Bangsa Indonesia, disinilah perlu adanya satu kesamaan yang bisa mempersatukan indonesia tanpa mengedepankan perbedaan untuk memperkokoh rasa nasionalisme dan setia untuk mempertahankan indonesia dari ancaman-ancaman negara luar dalam bentuk apapun.


1.2. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan uraian diatas dapat dirumuskan permasalahannya adalah sebagai berikut :

·         Bagaimana keadaan bangsa Indonesia saat ini.
·         Apa hubungan antara bahasa Indonesia dengan Pondok Pesantren?
·         Mengapa bahasa Indonesia penting dalam membangun bangsa?
·         Bagaimana Pondok Pesantren dapat membantu membangun bangsa ini?
·         Diharapkan mahasiswa mengerti akan keadaan bangsa Indonesia saat ini.
·         Diharapkan mahasiswa mengerti akan hubungan antara bahasa indonesia dengan Pondok Pesantren.
·         Diharapkan mahasiswa dapat turut serta dalam membangun bangsa ini dengan membantu, membela, dan memperjuangkan Pondok Pesantren, serta mencintai budaya sendiri dan mengedepankan kebersamaan.

BAB II
PEMBAHASAN


2.1. KEADAAN BAHASA INDONESIA DI PONDOK PESANTREN

Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak lupa akan sejarah bangsanya
jika kita menoleh kebelakang bagaimana bahasa menjadi alat pemersatu bangsa yang mampu mengedepankan  persamaan dan mengesampingkan perbedaan
Pada saat ini bahasa indonesia sudah menjadi bahasa pengantar dalam dunia pendidikan dan berbagai kegiatan kenegaraan akan tetapi pada kehidupan sehari-hari di beberapa lapisan masyarakat masih menggunakan bahasa daerah dan sebaliknya di beberapa lapisan masyarakat yang lain,menggunakan bahasa asing dianggap memiliki tingkatan level dan prestisius yang lebih tinggi jika dibandingkan 
menggunakan bahasa Indonesia.
Khususnya di Pondok Pesantren, bahasa Indonesia dalam keseharian tidak digunakan untuk berkomunikasi, karena kebanyakan Pondok Pesantren di Indonesia menggunakan Bahasa Arab dan Inggris untuk berkomunikasi sehari-hari. Tapi bukan berarti mereka melupakan Bahasa Indonesia, karena dalam segi akademis mereka mewajibkan untuk mempelajari Bahasa Indonesia, sehingga meskipun tidak berkomusikasi dengan Bahasa Indonesia dalam kegiatan sehari-hari tapi para santri di Pondok Pesantren mengetahui bagaimana berbahasa Indonesia yang baik dan benar.

2.2. KEDUDUKAN DAN FUNGSI BAHASA INDONESIA DI PONDOK PESANTREN

       Jika dilihat dari kedudukannya didalam bangsa Indonesia, bahasa Indonesia mempunyai empat kedudukan, yaitu sebagai bahasa persatuan, bahasa nasional, bahasa negara, dan bahasa resmi. Dalam perkembangannya, bahasa Indonesia adalah bahasa budaya dan bahasa ilmu. Keenam kedudukan ini mempunyai fungsi yang berbeda, meskipun pada prakteknya bisa saja muncul secara bersama-sama dalam satu peristiwa, atau hanya muncul satu atau dua fungsi saja.
       Dalam hubungannya sebagai alat pemersatu suku dan budaya yang memiliki latar belakang yang berbeda, bahasa Indonesia justru dapat menselaraskan hidup sebagai bangsa yang satu tanpa meinggalkan identitas kesukuan dan kesetiaan kepada nilai-nilai sosial budaya. Bahkan, dengan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuani, kepentingan nasional diposisikan jauh di atas kepentingan daerah dan golongan.
       Latar belakang budaya dan bahasa yang berbeda-beda berpotensi sebagai penghambat hubungan antar daerah dan antar budaya. Tetapi, melalui bahasa Indonesia, etnis yang satu bisa berhubungan dengan etnis yang lain sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman. Apa pun latar belakang etnisnya, kita dapat bepergian ke pelosok tanah air dengan memanfaatkan bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi.
       Kenyataan ini berperan penting dalam penyebarluasan bahasa Indonesia dalam fungsinya sebagai alat perhubungan antar daerah dan antarbudaya. Semuanya terjadi karena semakin baiknya sarana perhubungan, bertambah banyaknya jumlah perkawinan antar suku, dan bertambah banyaknya perpindahan pegawai negeri atau swasta dari satu daerah ke daerah yang lain
       Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dikenal sejak 17 Agustus 1945 ketika bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaannya. Bahasa Indonesia mencerminkan nilai-nilai sosial budaya kebangsaan, dan dari bahasa nasional ini, Indonesia menyatakan harga diri dan nilai-nilai budaya yang dapat dijadikan pegangan hidup dan sebagai lambang identitas nasional
       Dengan di berlakukannyanya Undang-undang Dasar 1945, kedudukan bahasa Indonesia bertambah sebagai bahasa resmi. Dalam kedudukannya sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia digunakan dalam  upacara, peristiwa, dan kegiatan kenegaraan, baik secara lisan maupun tulis. Pidato-pidato kenegaraan ditulis dan diucapkan dengan bahasa Indonesia
       Penulisan dan penerjemahan buku-buku teks serta penyajian pelajaran di lembaga-lembaga pendidikan untuk masyarakat umum dilakukan dengan menggunakan bahasa Indonesia. Dengan demikian, masyarakat Indonesia tidak lagi bergantung kepada bahasa-bahasa asing (bahasa sumber). Pada tahap ini, bahasa Indonesia bertambah perannya sebagai bahasa ilmu.
            Kedudukan Bahasa Indonesia di Pondok Pesantren adalah sebagai bahasa yang digunakan untuk acara-acara besar saja, dan juga untuk berpidato, karena di Pondok Pesantren selalu diajarkan tentang pidato dalam tiga bahasa (Indonesia, Arab, Inggris), bahasa Indonesia dalam Pondok Pesantren digunakan untuk menerima tamu yang berdatangan , kecuali tamu dari luar negri.

2.3. PERAN BAHASA INDONESIA DALAM PONDOK PESANTREN

       Untuk membantu santri baru alam beradaptasi dalam belajar bahasa Arab dan Inggris, memudahkan pengunjung dalam memahami arahan dari penerimaan tamu, khususnya tamu dari dalam negri, meningkatkan kreatifitas santri dalam puisi, pidato, menuilis, karena dalam Pondok Pesantren terdapat kegiatan ekstra kurikuler yang menjadikan santri hrus berbahasa indonesia dengan baik dan benar, kegiatan tersebut seperti jurnalis, belajar menulis buku, puisi. Dan yang tidak kalah penting adalah bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu untuk menjaga stabilitas Pondok Pesantren dan nasional sehingga tercipta santri dan masyarakat yang kondusif yang pada akhirnya mempercepat proses pembangunan di berbagai bidang di seluruh wilayah nusantara
       Proses pembangunan yang terfokus hanya dapat terwujud jika suatu bangsa dan masyarakatnya hidup dalam suasana damai dan rukun dan bahasa Indonesia telah menjalankan perannya untuk menjaga stabilitas Pondok Pesantren dan nasional yang merupakan syarat untuk mempercepat proses pembangunan dan dalam hal ini bahasa ini turut berperan dalam membangun Indonesia baik dari aspek manusianya maupun pembangunan infrastrukturnya
       Dalam rangka memperkuat peran bahasa Indonesia dalam pembangunan maka dibutuhkan pengembangan bahasa Indonesia itu sendiri. Bergulirnya era globalisasi yang mempengaruhi semua aspek kehidupan baik itu budaya, ilmu dan teknologi membawa pengaruh terhadap perkembangan bahasa Indonesia. Luas wilayah dan bentuk negara kepulauan yang dipisahkan oleh laut dan memiliki latar belakang bahasa daerah masing-masing sangat memungkinkan terjadinya perubahan kosa kata dan dialek di tiap-tiap daerah . Untuk menjaga keutuhan bahasa Indonesia, komunikasi yang intensif antar daerah harus dioptimalkan.



2.3. PERAN BAHASA INDONESIA DI ERA GLOBALISASI

       Dalam proses perjalanan suatu bangsa, pastilah akan melakukan suatu hubungan dengan bangsa lain dan tidak terkecuali bangsa Indonesia yang mana semakin hari hubungan yang terjadi antar bangsa-bangsa di dunia menjadi semakin intens sebagai akibat dari perkembangan teknologi yang menciptakan hubungan antar berbagai negara semakin meluas
       Di era globalisasi ini, peran bahasa Indonesia perlu digalakkan oleh setiap warga negara. Hal ini bertujuan agar bangsa Indonesia tidak terbawa oleh pengaruh dan budaya asing yang tidak sesuai dengan bahasa dan budaya bangsa Indonesia. Pengaruh asing yang tidak sesuai dengan budaya bangsa hanya akan mengikis identitas bangsa indonesia dan salah satunya adalah bahasa Indonesia
       Pertukaran informasi yang sangat luas yang terjadi di era globalisasi seperti sekarang ini sangat rentan terhadap pergeseran nilai budaya dan salah satu cara yang dapat ditempuh untuk menghindari pergeseran nilai budaya adalah dengan kesadaran dan setia terhadap budaya asli bangsa indonesia yang salah satunya adalah bahasa indonesia
       Sikap kesetiaan berbahasa Indonesia tercermin jika bangsa Indonesia lebih suka memakai bahasa Indonesia daripada bahasa asing namun tetap terbuka dengan budaya asing dengan memahami batasan-batasan yang tidak bertentangan dengan norma, etika, dan budaya sendiri. Bangsa Indonesia tidak mungkin menutup diri dari hubungan internasional. Oleh karena itu, bisa membedakan mana pengaruh positif dan mana pengaruh yang negatif adalah suatu keharusan.
       Sikap positif dengan menunjukkan rasa cinta kepada bahasa, tanah air, dan memahami identitas bangsa adalah perisai untuk tetap eksis dalam era globalisasi tanpa harus merendahkan dan bersikap kaku terhadap budaya bangsa lain

BAB III
PENUTUP


KESIMPULAN

             Jika dilihat dari kedudukannya didalam bangsa Indonesia, bahasa Indonesia mempunyai empat kedudukan, yaitu sebagai bahasa persatuan, bahasa nasional, bahasa negara, dan bahasa resmi. Dalam perkembangannya, bahasa Indonesia adalah bahasa budaya dan bahasa ilmu. Keenam kedudukan ini mempunyai fungsi yang berbeda, meskipun pada prakteknya bisa saja muncul secara bersama-sama dalam satu peristiwa, atau hanya muncul satu atau dua fungsi saja.

Kedudukan Bahasa Indonesia di Pondok Pesantren adalah sebagai bahasa yang digunakan untuk acara-acara besar saja, dan juga untuk berpidato, karena di Pondok Pesantren selalu diajarkan tentang pidato dalam tiga bahasa (Indonesia, Arab, Inggris), bahasa Indonesia dalam Pondok Pesantren digunakan untuk menerima tamu yang berdatangan , kecuali tamu dari luar negri.



DAFTAR PUSTAKA



Tidak ada komentar:

Posting Komentar